6/11/2012

tentang hidup

     Hidup adalah ketika masih ada nyawa yang mengisi tubuh kita. Ya, secara harfiah, itulah hidup. Hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan kita, manusia, secara harfiah adalah makhluk hidup. Anak SD juga tau. Namun apakah layak, kita yang diciptakan sedemikian sempurna dengan kemampuan berpikir dan hati nurani, hanya hidup secara harfiah? Survive tanpa makna.
   
    Lalu apa bedanya kita dengan hewan yang memang tidak berpikir? Jika hidup kita hanya dihabiskan dengan makan, having sex, tidur, bernafas, tanpa menghasilkan apa-apa. Banyak manusia, mungkin termasuk kita, yang asal bertahan hidup saja. Yang penting bisa makan, "sing penting urip". Mereka, atau mungkin kita, tidak sadar bahwa bukan untuk itu manusia diciptakan.
   
    Menurut kitab suci, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah/pemimpin di bumi. Logis. Memang hanya desain manusia yang memungkinkan untuk itu. Seorang atheis pun seharusnya menyadari kelebihan pada desain dirinya. Kemampuan berpikir dan emosi, untuk apa kita punya semua itu bila hidup kita hanya seperti hyena? Orang yang berpikir, akan berusaha berbuat lebih dari sekedar bertahan hidup. Mengisi biografi hidupnya dengan hal-hal bermakna.
     
    Coba lirik sejenak biografi Anda, seperti apakah adanya? Bila tidak ada satupun hal istimewa dalam biografi Anda, marilah kita mulai untuk membuat biografi hebat yang dapat membuat kita bangga. Agar ada cerita menarik untuk anak cucu kita. Mulai detik ini, jadilah manusia seutuhnya. Gunakan semua aplikasi yang sudah terinstal dalam tubuh untuk hidup sesuai fungsi manusia. Ibadah, bersosialisasi hingga menjaga bumi. Karna hal apapun yang tidak berfungsi, sama dengan mati. 

     
     
[ Read More.. ]
[ Read More.. ]
Read More..
Read More..

gagal itu tidak ada


  "I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work".
 -Thomas Alva Edison-

      Gagal, idiom menakutkan bagi siapapun yang tengah mengejar sesuatu. Takut gagal adalah alasan yang paling banyak digunakan orang untuk tidak mengejar mimpinya. Ya, kata gagal memang familiar di telinga pengejar mimpi, bersanding dengan kata sukses di ujung jalan mereka. Namun untuk pejuang sesungguhnya, kata gagal seharusnya samar. Pejuang akan lebih fokus pada kata sukses yang menjadi tujuannya. Seperti seorang striker yang mengeksekusi tendangan penalti, fokuslah pada kemungkinan gol, bukan pada kiper yang mungkin menepis bola Anda.
      Semua orang sukses pernah mentok. Sebut saja Thomas yang quotenya  nongol di awal post ini. Dia 10.000 kali mentok, tapi kembali mencoba cara lain untuk mewujudkan mimpinya, rangkaian yang berpijar. Dan saat dia berhasil menciptakan rangkaian yang berpijar, dengan bangga dia bilang, "Saya gak pernah gagal, saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak tepat."
       Perjuangan menggapai mimpi adalah sebuah labirin. Kita hanya perlu mencoba jalur-jalur yang ada untuk menemukan jalur yang tepat. Dan dalam prosesnya, sudah pasti kita beberapa kali mentok di jalan buntu. Jika kita menyerah, terjebaklah kita dalam labirin itu. Namun, survivor akan kembali melangkah mencari jalur-jalur lain untuk keluar dari labirin dengan predikat "sukses".
        Dalam sebuah labirin perjuangan, gagal itu tidak ada. Selalu ada jalan keluar.

[ Read More.. ]
[ Read More.. ]
Read More..
Read More..