Hidup adalah ketika masih ada nyawa yang mengisi tubuh kita. Ya, secara harfiah, itulah hidup. Hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan kita, manusia, secara harfiah adalah makhluk hidup. Anak SD juga tau. Namun apakah layak, kita yang diciptakan sedemikian sempurna dengan kemampuan berpikir dan hati nurani, hanya hidup secara harfiah? Survive tanpa makna.
Lalu apa bedanya kita dengan hewan yang memang tidak berpikir? Jika hidup kita hanya dihabiskan dengan makan, having sex, tidur, bernafas, tanpa menghasilkan apa-apa. Banyak manusia, mungkin termasuk kita, yang asal bertahan hidup saja. Yang penting bisa makan, "sing penting urip". Mereka, atau mungkin kita, tidak sadar bahwa bukan untuk itu manusia diciptakan.
Menurut kitab suci, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah/pemimpin di bumi. Logis. Memang hanya desain manusia yang memungkinkan untuk itu. Seorang atheis pun seharusnya menyadari kelebihan pada desain dirinya. Kemampuan berpikir dan emosi, untuk apa kita punya semua itu bila hidup kita hanya seperti hyena? Orang yang berpikir, akan berusaha berbuat lebih dari sekedar bertahan hidup. Mengisi biografi hidupnya dengan hal-hal bermakna.
Coba lirik sejenak biografi Anda, seperti apakah adanya? Bila tidak ada satupun hal istimewa dalam biografi Anda, marilah kita mulai untuk membuat biografi hebat yang dapat membuat kita bangga. Agar ada cerita menarik untuk anak cucu kita. Mulai detik ini, jadilah manusia seutuhnya. Gunakan semua aplikasi yang sudah terinstal dalam tubuh untuk hidup sesuai fungsi manusia. Ibadah, bersosialisasi hingga menjaga bumi. Karna hal apapun yang tidak berfungsi, sama dengan mati.
No comments:
Post a Comment